Lumpatan, (Kemenag Sumsel) —-
Kepala MTsN 2 Musi Banyuasin Dewi Novita, S.Pd, M.Pd memberikan materi tentang Thaharah dipersantren Ramadan 1447H.
Thaharah secara bahasa berasal dari bahasa Arab an-nazhafah yang berarti bersih atau suci. Secara istilah, thaharah adalah mensucikan diri dari hadas (kecil/besar) dan najis (pada badan, pakaian, atau tempat) menggunakan air atau tanah yang suci agar sah melaksanakan ibadah seperti shalat.
Melalui thaharah, seorang Muslim dilatih untuk menjaga kebersihan fisik melalui wudhu, mandi wajib, istinjak, dan tayammum, serta menjaga kebersihan spiritual dengan menjauhi hal-hal yang menajiskan secara moral maupun sosial.
Bersuci adalah fitrah manusia, thaharah menjaga kemuliaan dan wibawa umat Islam, menjaga kesehatan dan kebersihan, serta menjadikan diri dalam kondisi yang baik ketika menghadap Allah SWT. Tubuh yang bersih dan segar setelah bersuci dapat meningkatkan konsentrasi dan semangat dalam beraktivitas.
Bersuci mengajarkan adab, yakni menghadap Allah SWT dalam keadaan bersih, suci, dan rapi. Dengan menerapkan perilaku bersuci, siswa tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga religius dan berakhlak mulia.(AN) (KS)
