mtsn2muba.sch.id Berita Gerakan Literasi Madrasah “Satu Hari Satu Halaman” Hidupkan Kembali Minat Baca Murid MTsN 2 Muba

Gerakan Literasi Madrasah “Satu Hari Satu Halaman” Hidupkan Kembali Minat Baca Murid MTsN 2 Muba

Lumpatan, (Kemenag Sumsel) —

Rendahnya minat baca murid menjadi tantangan hampir di setiap madrasah. Namun, hal ini tidak membuat Kepala MTsN 2 Muba Dewi Novita berdiam diri. Melalui Gerakan Literasi Madrasah, beliau berupaya menghidupkan kembali denyut nadi buku di lingkungan madrasah. (03/08/2026)

“Sebelumnya perpustakaan hanya ramai saat jam kosong atau menjelang ujian. Rak buku berdebu, minat baca anak-anak sangat rendah,” ungkap Dewi Novita saat ditemui di ruang kerjanya.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, sejak awal semester ini MTs Negeri 2 Musi Banyuasin resmi merancang Gerakan Literasi Madrasah dengan tagline “Satu Hari Satu Halaman”.

Program yang digagas Kepala Madrasah ini tidak sekadar imbauan. Beberapa langkah nyata yang telah berjalan antara lain:

  1. Pojok Baca di Setiap Kelas – Setiap kelas wajib memiliki sudut baca dengan menarik
  2. 15 Menit Membaca Sebelum KBM – Seluruh murid dan guru mengawali pelajaran dengan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit. “Biar jadi kebiasaan dulu,” kata Dewi.
  3. Pagi Literasi – Setiap pagi sebelum kegiatan shalat dhuha dan mengaji, jam pertama diisi dengan bedah buku, mendongeng, atau baca puisi. Murid yang rajin membaca diberi apresiasi berupa penghargaan Bintang Literasi.
  4. Guru Jadi Teladan – Para guru wajib terlihat membaca di hadapan siswa. “Kalau gurunya saja tidak memegang buku, bagaimana muridnya mau membaca,” tegasnya.
    Salah satu Koordinator Literasi Annisa Nurpala mengaku perubahan mulai terasa. “Anak-anak sekarang berebutan ke pojok baca saat istirahat. Yang biasanya bermain berlarian, sekarang ada yang membawa komik edukasi dan novel islami dari rumah,” ujarnya.

Salah satu murid kelas VII Anang Defirza juga tampak antusias. “Seru, Bu. Ternyata membaca buku tidak terlalu membosankan. Sekarang aku sudah bisa membaca dengan lebih lancar,” katanya malu-malu.

Kepala MTs Negeri 2 Musi Banyuasin menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekedar agar murid bisa membaca. “Literasi itu gerbang ilmu. Murid yang suka membaca akan luas wawasannya, bagus akhlaknya, dan kuat nalarnya. Ini investasi untuk akhirat,” jelasnya.

Ke depan, pihak madrasah akan bekerja sama dengan orang tua melalui program “Rumahku Perpustakaanku” serta mendatangkan penulis lokal untuk memotivasi murid. Dengan gerakan literasi ini, MTsN 2 Musi Banyuasin berharap buku tidak lagi sepi. Setiap lembar yang terbuka diharapkan menjadi satu langkah menuju generasi madrasah yang cerdas, kritis, dan berakhlak Qur’ani. (KS) (AN)

76 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *