Lumpatan (Kemenag Sumsel) —
Pelaksanaan AKGTK menjadi momentum penting bagi guru untuk mengukur dan mengetahui kompetensi yang dimiliki, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen MTsN 2 Musi Banyuasin dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Para guru mengikuti asesmen dengan penuh kesiapan dan tanggung jawab. Pelaksanaan AKGTK diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dan kompetensi guru sehingga hasilnya dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan profesional yang lebih tepat.
Kepala MTsN 2 Musi Banyuasin Dewi Novita menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas.
“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Melalui AKGTK, kita dapat melakukan refleksi dan mengetahui aspek kompetensi yang perlu terus dikembangkan. Kami berharap seluruh guru menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas diri dan pembelajaran,” ungkapnya.
Menurutnya, guru yang kompeten akan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tidak berhenti pada pelaksanaan asesmen, tetapi harus dilanjutkan dengan pengembangan diri dan penerapan hasil evaluasi dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan AKGTK juga selaras dengan semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan. Peningkatan kompetensi guru diharapkan pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik di madrasah.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan. Guru sebagai bagian penting dalam ekosistem madrasah memiliki peran strategis dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman.
AKGTK juga menjadi sarana bagi guru untuk melakukan refleksi profesional. Hasil asesmen dapat menjadi bahan untuk mengidentifikasi kekuatan sekaligus aspek yang masih perlu ditingkatkan, baik dalam kompetensi pedagogik, profesional, maupun aspek lain yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai pendidik.
MTsN 2 Musi Banyuasin berkomitmen untuk terus mendorong para guru agar aktif mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi. Dengan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan, madrasah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik kepada peserta didik.
Melalui pelaksanaan AKGTK, MTsN 2 Musi Banyuasin terus bergerak membangun sumber daya manusia madrasah yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang berkualitas, berkarakter, dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik serta masyarakat. (Ks)
