Lumpatan (Kemenag Sumsel) —-
MTs Negeri 2 Musi Banyuasin secara resmi melaksanakan kegiatan Pembukaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung dengan khidmat, tertib dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga madrasah karena menandai dimulainya pelaksanaan asesmen akhir tahun sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran.
Acara pembukaan dilaksanakan di lingkungan madrasah dan dihadiri oleh seluruh peserta didik, dewan guru, panitia pelaksana, serta tenaga kependidikan. Suasana penuh kekhidmatan tampak sejak awal kegiatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi asesmen yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Kegiatan pembukaan secara resmi dibuka oleh Kepala MTs Negeri 2 Musi Banyuasin, Dewi Novita. Dalam kesempatan tersebut, Kepala madrasah menegaskan bahwa Asesmen Sumatif Akhir Tahun merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun ajaran. Oleh karena itu, seluruh peserta didik diharapkan dapat mengikuti asesmen dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.
Sebagai bagian dari rangkaian acara pembukaan, dilaksanakan penyerahan simbolis soal ASAT oleh Kepala Madrasah kepada Ketua Panitia ASAT. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pelaksanaan asesmen sekaligus bentuk amanah yang diberikan kepada panitia untuk menjaga integritas, keamanan, dan kelancaran seluruh proses asesmen. Penyerahan simbolis ini disaksikan langsung oleh seluruh peserta dan dewan guru yang hadir.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan dewan guru yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan ASAT. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari penyusunan jadwal, penggandaan soal, pembagian ruang ujian, hingga penetapan pengawas agar pelaksanaan asesmen dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Dewi Novita juga mengingatkan kepada seluruh peserta didik bahwa keberhasilan dalam asesmen tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan semata, tetapi juga oleh kedisiplinan, ketekunan dan kejujuran. Menurutnya, nilai kejujuran harus menjadi karakter utama yang dimiliki oleh setiap peserta didik, terutama saat mengikuti asesmen. Hasil yang diperoleh dengan usaha sendiri akan menjadi cerminan kemampuan yang sesungguhnya dan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik. (KS) (AN)
