mtsn2muba.sch.id Berita Kamad Dan Waka Kurikulum Ikut Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kamad Dan Waka Kurikulum Ikut Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Lumpatan, (Kemenag Sumsel) —-

Kepala MTsN 2 Musi Banyuasin Ibu Dewi Novita, S.Pd, M.Pd dan Wakil Bidang Kurikulum H.Rahmat Gultom, S.Si ikut workshop implementasi kurikulum berbasis cinta dan penyusunan modul ajar dengan pendekatan deep learning, bertempatan di Gedung Kesenian Kota Prabumulih pada Sabtu s.d Senin tanggal 13 s.d 15 September 2025.

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah sebuah pendekatan pendidikan yang berfokus pada penanaman nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan secara sistematis dalam seluruh aspek pembelajaran untuk membentuk generasi yang humanis, nasionalis, toleran, dan cinta lingkungan. Pendekatan ini bertujuan untuk melahirkan insan yang utuh, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, serta mampu bertindak dengan cinta dan kepedulian. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel bapak DR. H. Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I mengisi tentang Kebijakan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Madrasah, Direktur KSKK Madrasah Prof. DR. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si mengisi materi Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, dan Rancangan Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Sedangkan Bapak M. Pahmi, S.Pd, M.Si sebagai Widya Iswara BPMP Prov. Sumsel mengisi materi Desain Pembelajaran berorientasi Mindful, Meaningful dan Joyful Learning, dan Teknis penyusunan modul ajar / RPP pendekatan Deep Learning terinsersi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Lanjut pengisi materi dari Kasi Penmad Kemenag Kota Prabumulih DR. Drs. H. Muhammad Amin, MM mengisi materi tentang Praktik penyusunan modul ajar/RPP pendekatan Deep Learning terinsersi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Workshop ini dilaksanakan selama 3 hari di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, dengan adanya Workshop ini juga bertujuan untuk mendorong guru agar berinovasi dalam pembelajaran, mencegah radikalisme, serta menciptakan suasana belajar yang humanis dan menyenangkan bagi siswa. (Ks)

35 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *